RPP INTEGRASI PLH
NAMA SEKOLAH
: SMA Negeri 6 Madiun
MATA PELAJARAN : Geografi
KELAS : XII
SEMESTER : 2 ( dua )
TAHUN PELAJARAN
:
2015/2016
ALOKASI WAKTU
: 5 x 40 menit
I. STANDAR KOMPETENSI
3. Menganalisis wilayah dan pewilayahan
II. KOMPETENSI DASAR
3.2. Menganalisis kaitan antara konsep wilayah dan
perwilayahan dengan perencanaan pembangunan wilayah
III. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa mampu
·
Menganalisis
pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia
·
Menjelaskan
pengaruh pusat-pusat pertumbuhan terhadap perkembangan ekonomi dan perubahan
social budaya masyarakat
·
Menjelaskan pengertian, pemanfaatan serta dampaknya dari
pokok materi pelajaran yang sesuai dengan topik pembelajaran terhadap
lingkungan
Karakter siswa yang diharapkan :
§
Kerja keras, Jujur, saling menghargai.
Kewirausahaan / Ekonomi Kreatif :
§
Kerja
keras, jujur, saling menghargai orang lain, inovatif,
IV. MATERI PEMBELAJARAN
·
Pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia
V. INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
·
Menganalisis
pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia
·
Menjelaskan
pengaruh pusat-pusat pertumbuhan terhadap perkembangan ekonomi dan perubahan
social budaya masyarakat
·
Siswa dapat memahami pengertian, pemanfaatan dan
dampaknya dari pokok materi pelajaran yang sesuai dengan topik pembelajaran
terhadap lingkungan
VI. METODE PEMBELAJARAN
Ceramah, Diskusi
Pendekatan ~ CTL
Tugas membuat kliping tentang pemanfaatan dan dampaknya dari
pokok materi pelajaran yang sesuai dengan topik pembelajaran terhadap
lingkungan (Kelompok dan
Mandiri)
MENGANALISA SEBUAH PRODUK BERDASARKAN 6 TATA KELOLA DESAIN BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE DESIGN)
Metode
|
Asosiasi
|
Estetika
|
Kebutuhan
|
Telesis
|
Kegunaan
|
· Metode dibagi menjadi 2
pandangan, yaitu :
Episteme dan Techne.
-
Episteme adalah pengetahuan yang melibatkan daya serap,
imajinasi, dan abstraksi.
-
Techne adalah keteknikan atau keterampilan bertukang.
· Metode
yang digunakan pada pokok materi pelajaran
yang sesuai dengan topik pembelajaran adalah
dipahat, diamplas, dan diukir.
|
· Asosiasi adalah
kemampuan menghubungkan antara gagasan dengan kemampuan panca-indra dengan
menggunakan gambar, bagan, dan sebagainya.
· Asosiasi pada pokok
materi pelajaran yang sesuai dengan topik pembelajaran:
1. Sebelum dalam
pokok materi pelajaran yang sesuai dengan topik
pembelajaran terlebih dahulu mengidentifikasi-kan kebutuhan dari
kerajinan yang akan dibuat, perencanaan fisik berupa merancang model (desain)
dari karya seni yang akan dihasilkan.
2.
Mengevaluasi kualitas dari kerajinan pokok materi
pelajaran yang sesuai dengan topik pembelajaran yang telah dibuat.
|
· Estetika adalah ilmu
keindahan yang dapat memadukan seluruh unsur dalam penciptaan karya.
· Estetika pada pokok materi pelajaran yang sesuai dengan topik
pembelajaran:
1. Memadu
padankan hiasan yang unik dan sesuai untuk menambah keindahan hasil
kerajinan.
2. Membentuk
ukiran yang indah dengan ketelitian dan kesabaran yang tinggi.
3. Memadukan
warna yang sesuai agar pokok materi pelajaran
yang sesuai dengan topik pembelajaran lebih indah.
|
· Kebutuhan adalah sesuatu
yang diperlukan untuk membuat karya.
· Kebutuhan pada pokok materi pelajaran yang sesuai dengan topik
pembelajaran
-
Membutuhkan pokok materi pelajaran yang sesuai
dengan topik pembelajaran yang berkualitas baik.
-
Lampu
-
Alat ukir
-
Parang
-
Amplas
-
Vernis
-
Cat
-
Lem
-
Manik-manik
-
Kain perca
-
Gunting, dan lain-lain.
|
·
Telesis adalah fungsi desain yang berusaha mewadahi dimensi sosial dan budaya
pada tempat desain tersebut dibutuhkan dan digunakan.
·
Telesis pada pokok materi pelajaran yang sesuai
dengan topik pembelajaran:
-
Terjadinya perubahan fungsi limbah pokok materi
pelajaran yang sesuai dengan topik pembelajaran yang semula biasanya
dijadikan arang dapat dijadikan kerajinan dalam pokok
materi pelajaran yang sesuai dengan topik pembelajaran yang indah dan
memiliki nilai seni yang tinggi.
|
·
Kegunaan adalah fungsi praktis dari sebuah desain.
·
Kegunaan dari kerajinan pokok materi pelajaran
yang sesuai dengan topik pembelajaran atau hasil desain-nya adalah
sebagai lampu yang menerangi ruangan bisa juga sebagai hiasan di dalam rumah.
|
Strategi Pembelajaran
Tatap Muka
|
Terstruktur
|
Mandiri
|
·
Menganalisisa kaitan antara konsep wilayah dan
pewilayahan dengan perencanaan pembangunan wilayah
|
·
Secara
kelompok dengan alat peraga peta, mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan di
Indonesia
·
Secara
kelompok diskusi tentang pengaruh pusat pertumbuhan perkembangan ekonomi dan
perubahan social budaya masyarakat
|
·
Siswa
dapat Menganalisis pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia
·
Siswa
dapat Menjelaskan pengaruh pusat pertumbuhan terhadap perkembangan ekonomi
dan pengaruh social budaya masyarakat
|
VII. LANGKAH – LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Kegiatan Pendahuluan:
·
Apersepsi:
guru menyapa siswa, kemudian mengabsen.
·
Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti:
Eksplorasi
Dalam kegiatan
eksplorasi, guru:
·
Mengungkap
kembali perbedaan teori tempat sintral denga teori kutub pertumbuhan. (nilai yang ditanamkan: Kerja
keras, Jujur, saling menghargai.);
Elaborasi
Dalam kegiatan
elaborasi, guru:
·
Secara kelompok dengan peta, siswa
mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia. (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling
menghargai.);
·
Secara kelompok diskusi tentang pengaruh pusat
pertumbuhan terhadap perkembangan ekonomi dan perubahan social budaya
masyarakat. (nilai yang ditanamkan: Kerja
keras, Jujur, saling menghargai.);
·
Presentasi
dan pembahasan. (nilai yang
ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
·
Kesimpulan.
(nilai yang ditanamkan: Kerja
keras, Jujur, saling menghargai.);
Konfirmasi
Dalam kegiatan
konfirmasi, Siswa:
·
Menyimpulkan
tentang hal-hal yang belum diketahui (nilai yang ditanamkan: Kerja
keras, Jujur, saling menghargai.);
·
Menjelaskan
tentang hal-hal yang belum diketahui. (nilai yang ditanamkan: Kerja
keras, Jujur, saling menghargai.)
3. Kegiatan Penutup:
·
Melakukan
refleksi materi yang telah dibahas. (nilai
yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling menghargai.);
·
Guru
memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang kurang
dimengerti. (nilai yang ditanamkan: Kerja keras, Jujur, saling
menghargai.);
·
Secara
individu, siswa membuat kliping tentang pelestarian lingkungan dan pembangunan
berkelanjutan (berisi tentang rangkuman, tanggapan, dan sumber) (nilai yang ditanamkan: Kerja
keras, Jujur, saling menghargai.);
VIII. SUMBER BELAJAR / ALAT / BAHAN
:
-
Sumber
·
Mamat Ruhimat, Drs dan Bambang Utoyo, Drs (1995)
Penuntun Belajar Geografi SMU Kelas 2, Badung Ganeca Exact
·
Soetanto (1990) Regionalisasi : Penerapan Batas
Wilayah Yogyakarta, Fakultas Geografi UGM
·
Buku geografi lain yang relevan
-
Alat
Peta pusat
pertumbuhan di Indonesia
Buku PLH
IX. PENILAIAN
·
Jenis tagihan
: Tugas individu, tugas kelompok
·
Bentuk tagihan
:
Uraian berstruktur
·
Instrumen penilaian
1.
Sebutkan 5 wilayah pusat pertumbuhan di Indonesia!
2.
Sebutkan dampak pertumbuhan pemukiman terhadap kualitas
lingkungan
3.
Diskripsikan dampak pertumbuhan wilayah terhadap
konflik pemanfaatan lahan di kota!
1. Pedoman penilaian proses menemukan
jawaban yang benar.
No
|
Nama siswa
|
Aspek yang dinilai
|
Jumlah Skor
|
|||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Aspek yang dinilai :
1. Kecepatan dalam menemukan jawaban yang benar.
2. Kemampuan menyampaikan jawaban kepada kelompoknya.
3. Kemampuan memberikan argumentasi.
4. Kemampuan menyampaikan kritik.
5. Kemampuan menggunakan bahasa yang baik.
6. Kelancaran berbicara
Penskoran : Jumlah
Skor Nilai
A Tidak baik skor 1 29
– 30 Sangat baik 97 - 100
B Kurang baik skor 2 27
– 28 Baik 90 - 93
C Cukup baik skor 3 26 Cukup 87
D Baik skor 4 6 – 20 Kurang 20 - 83
E Sangat baik skor 5
Perhitungan nilai akhir :
Jumlah skor perolehan x 100
Jumlah skor maksimal
2. Pedoman penilaian kliping.
No
|
Nama Siswa
|
Aspek yang dinilai
|
Jumlah Skor
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
|||
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Aspek yang
dinilai :
1. Kerapian pengaturan gambar dan tulisan.
2. Kemampuan menanggapi peristiwa yang tertera dalam gambar.
3. Kemampuan menyusun kalimat dengan menggunakan bahasa yang baik dan
benar.
4. Kemampuan membuat kesimpulan.
5. Ketepatan waktu dalam mengumpulkan tugas.
Penskoran : Jumlah
Skor Nilai
A Tidak baik skor 1 24
– 25 Sangat baik 96 - 100
B Kurang baik skor 2 23 Baik 92
C Cukup baik skor 3 22 Cukup 88
D Baik skor 4 5 – 21 Kurang 20 - 84
E Sangat baik skor 5
Perhitungan nilai akhir :
Jumlah skor perolehan x 100
Jumlah skor maksimal
Catatan : a. Batas ketuntasan pelajaran
PKn 85
b. Pedoman nilai
94 – 100 sangat
baik
89 – 93 baik
85 – 88 cukup
... – 84
kurang
Mengetahui, ………….,
……………………..
Kepala Sekolah…………….. Guru Geografi
____________________________ _________________________
NIP/NIK. NIP/NIK.
HASIL KLIPING SISWA
Erastothenes (Abad ke-1)
Geografi berasal dari kata
geographica yang berarti penulisan atau penggambaran mengenai bentuk
muka bumi
Claudius Ptolomaeus
Geografi adalah suatu
penyajian melalui peta dari sebagian dan seluruh permukaan bumi
Geografi adalah interaksi antar ruang.
Geografi erat kaitannya dengan faktor lokasi,
karakterisitik tertentu dan hubungan antar wilayah secara keseluruhan. Pendapat
ini kemudian disebut konsep Natural Atrribut of Place
Ekblaw dan
Mulkerne
Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
bumi dan kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, makanan yang kita
konsumsi, pakaian yang kita gunakan, rumah yang kita huni dan tempat rekreasi
yang kita nikmati
Paul Vidal de La Blance
Geografi adalah studi tentang
kualitas negara-negara, di mana penentuan suatu kehidupan tergantung bagaimana
manusia mengelola alam ini
Prof. Bintarto (1981)
Geografi mempelajari hubungan
kausal gejala-gejala di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang
menyangkut kehidupan makhluk hidup beserta permasalahannya melalui pendekatan
keruangan, kelingkungan, dan regional untuk kepentingan program, proses, dan
keberhasilan pembangunan.
Geografi adalah ilmu yang
mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang
kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
Von Rithoffen
Geografi adalah studi tentang
gejala dan sifat-sifat permukaan bumi serta penduduknya yang disusun
berdasarkan letaknya, dan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik antara
gejala-gejala dan sifat tersebut.
Haris (2012)
Geografi adalah suatu ilmu
yang mengkaji segala aspek-aspek yang ada di permukaan bumi dengan konsep
spasial untuk pemanfaatan pembangunan yang ada dipermukaan bumi.
Bernhardus Varenius, Dalam karyanya yang berjudul GEOGRAPHIA
GENERALIS, beliau membagi geografi menjadi
- Geografi absolute
- Geografi relative
- Geografi komparatif
Konsep
- Konsep Lokasi
- Konsep Jarak
- Konsep Keterjangkauan
- Konsep Pola
- Konsep Geomorfologi
- Konsep Aglomerasi
- Konsep Nilai Kegunaan
- Konsep Interaksi Interdependensi
- Konsep Diferensiasi Area
- Konsep Keterkaitan Keruangan
Pendekatan Geografi
- Pendekatan Spasial (Keruangan)
- Pendekatan Ekologi (Lingkungan)
- Pendekatan Regional (Kompleks Wilayah)
Prinsip dasar
Ada 4 prinsip utama dalam menganalisis gejala geosfer.- Prinsip persebaran, artinya persebaran bentang alam di permukaan bumi tidak merata sehingga setiap wilayah akan berbeda dengan wilayah lain. Contohnya persebaran jumlah transmigran di Indonesia tidak merata, ada suatu wilayah yang jumlahnya besar dibandingkan dengan yang lain sesuai dengan luas wilayahnya.
- Prinsip interelasi, artinya fenomena geosfer yang satu mempunyai hubungan dengan fenomena geosfer yang lain, gejala yang satu berkaitan dengan gejala yang lain. Contohnya sebagian besar penduduk desa bermata pencaharian sebagai petani karena masih tersedianya lahan untuk digarap.
- Prinsip deskripsi, artinya untuk menggambarkan fenomena geosfer memerlukan deskripsi, melalui tulisan, tabel, gambar atau grafik. Contohnya peta persebaran lempeng tektonik di dunia.
- Prinsip korologi, artinya dengan menganalisis suatu wilayah berdasarkan ketiga prinsip sebelumnya maka suatu wilayah akan mempunyai karakteristik tertentu. Prinsip ini merupakan simbol dari geografi modern. Contohnya suhu udara di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan. Hal ini disebabkan salah satunya karena banyaknya sinar matahari yang dipantulkan oleh bangunan-bangunan yang ada di perkotaan.
Prinsip pemetaan
Peta dunia Ptolemy yang disusun kembali dari Geographia Ptolemeus (sekitar 150) di abad ke-15, mengindikasikan "Sinae" (Cina) di ekstrem kanan, luar pulau "Taprobane" (Sri Lanka, besar) dan "Aurea Chersonesus" (Asia Tenggara)Ptolemeus juga merancang dan menyediakan petunjuk tentang cara membuat peta dunia yang dihuni (oikoumenè) dan provinsi Romawi. Pada bagian kedua dari buku Geographia ia memberikan daftar topografi yang diperlukan, dan keterangan untuk peta. Oikoumenè Nya membentang 180 derajat garis bujur dari kepulauan Canary di Samudra Atlantik ke Cina, dan sekitar 80 derajat lintang dari Arktik, India timur sampai jauh ke Afrika; Ptolemeus menyadari bahwa ia mengetahui hanya seperempat dari seluruh dunia .
Sejarah
Bangsa Yunani adalah bangsa yang pertama dikenal secara aktif menjelajahi geografi sebagai ilmu dan filosofi, dengan pemikir utamanya Thales dari Miletus, Herodotus, Eratosthenes, Hipparchus, Aristotle, Dicaearchus dari Messana, Strabo, dan Ptolemy. Bangsa Romawi memberi sumbangan pada pemetaan karena mereka banyak menjelajahi negeri dan menambahkan teknik baru. Salah satu tekniknya adalah periplus, deskripsi pada pelabuhan dan daratan sepanjang garis pantai yang bisa dilihat pelaut di lepas pantai; contoh pertamanya adalah Hanno sang Navigator dari Carthaginia dan satu lagi dari Laut Erythraea, keduanya selamat di laut menggunakan teknik periplus dengan mengenali garis pantai laut Merah dan Teluk Persi.Pada Zaman Pertengahan, bangsa Arab seperti al-Idrisi, Ibnu Battuta dan Ibnu Khaldun memelihara dan terus membangun warisan bangsa Yunani dan Romawi. Dengan perjalanan Marco Polo, geografi menyebar ke seluruh Eropa. Selama zaman Renaissance dan pada abad ke-16 dan 17 banyak perjalanan besar dilakukan untuk mencari landasan teoritis dan detail yang lebih akurat. Geographia Generalis oleh Bernhardus Varenius dan peta dunia Gerardus Mercator adalah contoh terbesar.
Setelah abad ke-18 geografi mulai dikenal sebagai disiplin ilmu yang lengkap dan menjadi bagian dari kurikulum di universitas di Eropa (terutama di Paris dan Berlin), tetapi tidak di Inggris dimana geografi hanya diajarkan sebagai sub-disiplin dari ilmu lain. Salah satu karya besar zaman ini adalah Kosmos: sketsa deskripsi fisik Alam Semesta, oleh Alexander vom Humboldt.
Selama lebih dari dua abad kuantitas pengetahuan dan perangkat pembantu banyak ditemukan di Indonesia[butuh rujukan]. Terdapat hubungan yang kuat antara geografi dengan geologi dan botani, juga ekonomi, sosiologi dan demografi.
Di barat, selama abad ke-20, disiplin ilmu geografi melewati empat fase utama: determinisme lingkungan, geografi regional, revolusi kuantitatif dan geografi kritis.
Determinisme lingkungan adalah teori yang menyatakan bahwa karakteristik manusia dan budayanya disebabkan oleh lingkungan alamnya. Penganut fanatik deteriminisme lingkungan adalah Carl Ritter, Ellen Churchill Semple dan Ellsworth Huntington. Hipotesis terkenalnya adalah "iklim yang panas menyebabkan masyarakat di daerah tropis menjadi malas" dan "banyaknya perubahan pada tekanan udara pada daerah lintang sedang membuat orangnya lebih cerdas".
Ahli geografi determinisme lingkungan mencoba membuat studi itu menjadi teori yang berpengaruh. Sekitar tahun 1930-an pemikiran ini banyak ditentang karena tidak mempunyai landasan dan terlalu mudahnya membuat generalisasi (bahkan lebih sering memaksa). Determinisme lingkungan banyak membuat malu geografer kontemporer, dan menyebabkan sikap skeptis di kalangan geografer dengan klaim alam adalah penyebab utama budaya (seperti teori Jared Diamond).
Geografi regional menegaskan kembali topik bahasan geografi pada ruang dan tempat. Ahli geografi regional memfokuskan pada pengumpulan informasi deskriptif tentang suatu tempat, juga metode yang sesuai untuk membagi bumi menjadi beberapa wilayah atau region. Basis filosofi kajian ini diperkenalkan oleh Richard Hartshorne.
Revolusi kuantitatif adalah usaha geografi untuk mengukuhkan dirinya sebagai ilmu (sains), pada masa kebangkitan interes pada sains setelah peluncuran Sputnik. Revolusioner kuantitatif, sering disebut "kadet angkasa", menyatakan bahwa kegunaan geografi adalah untuk menguji kesepakatan umum tentang pengaturan keruangan suatu fenomena. Mereka mengadopsi filosofi positifisme dari ilmu alam dan dengan menggunakan matematika - terutama statistika - sebagai cara untuk menguji hipotesis. Revolusi kuantitatif merupakan landasan utama pengembangan Sistem Informasi Geografis.
Walaupun pendekatan positifisme dan pos-positifisme tetap menjadi hal yang penting dalam geografi, tetapi kemudian geografi kritis muncul sebagai kritik atas positifisme. Yang pertama adalah munculnya geografi manusia. Dengan latar belakang filosofi eksistensialisme dan fenomenologi, ahli geografi manusia (seperti Yi-Fu Tuan) memfokuskan pada peran manusia dan hubungannya dengan tempat.
Pengaruh lainnya adalah geografi marxis, yang menerapkan teori sosial Karl Marx dan pengikutnya pada geografi fenomena. David Harvey dan Richard Peet merupakan geografer marxis yang terkenal. Geografi feminis, seperti pada namanya, menggunakan ide dari feminisme pada konteks geografis. Arus terakhir dari geografi kritis adalah geografi pos-modernis, yang mengambil ide teori pos-modernis dan pos-strukturalis untuk menjelajahi konstruksi sosial dari hubungan keruangan.
Metode
Hubungan keruangan merupakan kunci pada ilmu sinoptik ini, dan menggunakan peta sebagai perangkat utamanya. Kartografi klasik digabungkan dengan pendekatan analisis geografis yang lebih modern kemudian menghasilkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang berbasis komputer.Geografer menggunakan empat pendekatan:
- Sistematis - Mengelompokkan pengetahuan geografis menjadi kategori yang kemudian dibahas secara global
- Regional - Mempelajari hubungan sistematis antara kategori untuk wilayah tertentu atau lokasi di atas planet.
- Deskriptif - Secara sederhana menjelaskan lokasi suatu masalah dan populasinya.
- Analitis - Menjawab kenapa ditemukan suatu masalah dan populasi tersebut pada wilayah geografis tertentu.
Cabang
Geografi fisik
Artikel utama untuk bagian ini
adalah: Geografi fisik
Cabang ini memusatkan pada geografi sebagai ilmu bumi,
menggunakan biologi
untuk memahami pola flora
dan fauna global,
dan matematika
dan fisika untuk
memahami pergerakan bumi dan hubungannya dengan anggota tata surya
yang lain. Termasuk juga di dalamnya ekologi muka bumi dan geografi lingkungan.Topik terkait: atmosfer - kepulauan - benua - gurun - pulau - bentuk muka bumi - samudera - laut - sungai - danau - ekologi - iklim - tanah - geomorfologi - biogeografi - garis waktu geografi, paleontologi - paleogeografi - hidrologi.
Geografi manusia
Artikel utama untuk bagian ini
adalah: Geografi manusia
Cabang geografi non-fisik juga disebut antropogeografi yang fokus
sebagai ilmu sosial, aspek non-fisik yang menyebabkan fenomena dunia.
Mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan wilayahnya dan manusia
lainnya, dan pada transformasi makroskopis bagaimana manusia berperan di dunia.
Bisa dibagi menjadi: geografi ekonomi, geografi politik (termasuk geopolitik),
geografi sosial (termasuk geografi kota),
geografi feminisme dan geografi militer.Topik terkait: Negara-negara di dunia - negara - bangsa - negara bagian - perkumpulan individu - provinsi - kabupaten - kota - kecamatan
Geografi manusia-lingkungan
Selama masa determinisme lingkungan, geografi bukan merupakan ilmu tentang hubungan keruangan, tetapi tentang bagaimana manusia dan lingkungannya berinteraksi. Walaupun paham determinisme lingkungan sudah tidak berkembang, masih ada tradisi kuat di antara geografer untuk mengkaji hubungan antar manusia dengan alam. Terdapat dua bidang pada geografi manusia-lingkungan: ekologi budaya dan politik dan penelitian risiko-bencana. Karakter manusia yang harus memenuhi kebutuhan hidupnya, maka harus melakukan penggunaan alam atau eksploitasi alam guna terpenuhinya kebutuhan hidup.Perencanaan dan Pengembangan Wilayah
Cabang Geografi ini adalah cabang yang relatif baru. Dikembangkan pada sekitar tahun 1980-an oleh para Geografiwan Eropa, terutama dari Nederland. Saat kerjasama Universitas antar kedua negara dilakukan, sejumlah ahli Geografi asal Belanda ikut serta dalam program pencangkokan dosen di UGM. Hasilnya adalah lahirnya program studi baru bernama Program Studi Perencanaan Pengembangan Wilayah dan sekarang lebih dikenal dengan Program Studi Pembangunan Wilayah. Sebelum berdiri menjadi disiplin tersendiri yang memadukan Ilmu Geografi dengan Ilmu Perencanaan Wilayah, proyek ini dikenal dengan nama Rural and Regional Development Planning (RRDP). Selain itu dapat dijelaskan bahwa perencanaan dan pengembangan wilayah dapat berkaitan dengan ilmu-ilmu sosial terutama terkait dengan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat, sehingga sangat bersinggungan dengan konsep-konsep dan teori-teori sosial yang ada.Ekologi budaya dan politik
Ekologi budaya muncul sebagai hasil kerja Carl Sauer pada geografi dan pemikiran dalam antropologi. Ekologi budaya mempelajari bagaimana manusia beradaptasi dengan lingkungan alamnya. Ilmu keberlanjutan (sustainability) kemudian tumbuh dari tradisi ini. Ekologi poltik bangkit ketika beberapa geografer menggunakan aspek geografi kritis untuk melihat hubungan kekuatan alam dan bagaimana pengaruhnya terhadap manusia. Misalnya, studi yang berpengaruh oleh Micahel Watts berpendapat bahwa kelaparan di Sahel disebabkan oleh perubahan sistem politik dan ekonomi di wilayah itu sebagai hasil dari kolonialisme dan menyebarnya praktek kapitalisme.Penelitian risiko-bencana
Penelitian pada bencana dimulai oleh Gilbert F. Withe, yang mencoba memahami mengapa orang tinggal di dataran banjir yang mudah terkena bencana. Sejak itu, bidang ini berkembang menjadi multi disiplin dengan mempelajari bencana alam (seperti gempa bumi) dan bencana teknologi (seperti kebocoran reaktor nuklir). Geografer yang mempelajari bencana tertarik pada dinamika bencana dan bagaimana manusia dan masyarakat menghadapinya.Geografi sejarah
Cabang ini mencari penjelasan bagaimana budaya dari berbagai tempat di bumi berkembang dan menjadi seperti sekarang. Studi tentang muka bumi merupakan satu dari banyak kunci atas bidang ini - banyak disimpulkan tentang pengaruh masyarakat dahulu pada lingkungan dan sekitarnya.
Ada apa
dibalik nama? Geografi sejarah dan kampus Berkeley
"Geografi Sejarah"
tentu saja merupakan akibat timbal-balik dari geografi dan sejarah. Tetapi di
Amerika Serikat, mempunyai arti yang yang lebih spesifik. Nama ini dikenalkan
oleh Carl Ortwin Sauer
dari Universitas California, Berkeley dengan programnya mereorganisasi geografi budaya (beberapa orang
menyebutkan semua geografi) pada semua wilayah, dimulai pada awal abad ke-20.Bagi Sauer, muka bumi dan budaya di atasnya hanya bisa dipahami jika mempelajari semua pengaruhnya (fisik, budaya, ekonomi, politik, lingkungan) menurut sejarah. Sauer menekankan kajian wilayah sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan kekhususan pada wilayah di atas bumi.
Filosofi Sauer merupakan pembentuk utama pemikiran geografi di Amerika pada pertengahan abad ke-20. Sampai sekarang kajian wilayah masih menjadi bagian departemen geografi di kampus-kampus di AS. Tetapi banyak geografer beranggapan ini akan membahayakan ilmu geografi itu sendiri untuk jangka panjang: penyebabnya adalah terlalu banyak pengumpulan data dan klasifikasi, sementara analisis dan penjelasannya terlalu sedikit. Studi ini menjadi lebih spesifik pada wilayah sementara geografer angkatan berikutnya berusaha mencari nama yang tepat untuk ini. Mungkin ini yang menyebabkan krisis 1950-an pada geografi yang hampir menghancurkannya sebagai disiplin akademis.
Teknik geografis
Penginderaan Jauh
Penginderaan Jauh merupakan terjemahan dari istilah remote sensing, adalah ilmu, teknologi dan seni dalam memperoleh informasi mengenai objek atau fenomena di (dekat) permukaan bumi tanpa kontak langsung dengan objek atau fenomena yang dikaji, melainkan melalui media perekam objek atau fenomena yang memanfaatkan energi yang berasal dari gelombang elektromagnetik dan mewujudkan hasil perekaman tersebut dalam bentuk citra. Pengertian 'tanpa kontak langsung' di sini dapat diartikan secara sempit dan luas. Secara sempit berarti bahwa memang tidak ada kontak antara objek dengan analis, misalnya ketika data citra satelit diproses dan ditransformasi menjadi peta distribusi temperatur permukaan pada saat perekaman. Secara luas berarti bahwa kontak dimungkinkan dalam bentuk aktivitas 'ground truth', yaitu pengumpulan sampel lapangan untuk dijadikan dasar pemodelan melalui interpolasi dan ekstrapolasi pada wilayah yang jauh lebih luas dan pada kerincian yang lebih tinggi.Pada awalnya penginderaan jauh kurang dipandang sebagai bagian dari geografi, dibandingkan kartografi. Meskipun demikian, lambat laun disadari bahwa penginderaan jauh merupakan satu-satunya alat utama dalam geografi yang mampu memberikan synoptic overview --pandangan secara ringkas namun menyeluruh-- atas suatu wilayah sebagai titik tolak kajian lebih lanjut. Penginderaan jauh juga mampu menghasilkan berbagai macam informasi keruangan dalam konteks ekologis dan kewilayahan yang menjadi ciri kajian geografis. Di samping itu, dari sisi persentasenya, pendidikan penginderaan jauh di Amerika Serikat, Australia dan Eropa lebih banyak diberikan oleh bidang ilmu (departemen, 'school' atau fakultas) geografi.
Dari segi metode yang digunakan, dikenal metode penginderaan jauh manual atau visual dan metode penginderaan jauh digital. Penginderaan jauh manual memanfaatkan citra tercetak atau 'hardcopy' (foto udara, citra hasil pemindaian scanner di pesawat udara maupun satelit) melalui analisis dan interpretasi secara manual/visua]. Penginderaan jauh digital menggunakan citra dalam format digital, misalnya hasil pemotretan kamera digital, hasil pemindaian foto udara yang sudha tercetak, dan hasil pemindaian oleh sensor satelit, dan menganalisisnya dengan bantuan komputer. Baik metode manual maupun digital menghasilkan peta dan laporan. Peta hasil metode manual dapat dikonversi menjadi peta tematik digital melalui proses digitisasi (sering diistilahkan digitasi).
Metode manual kadangkala juga dilakukan dengan bantuan komputer, yaitu melalui proses interpretasi di layar monitor (on-screen digitisation), yang langsung menurunkan peta digital. Metode analisis citra digital menurunkan peta tematik digital secara langsung. Peta-peta digital tersebutd dapat di-'lay out' dan dicetak untuk menjadi produk kartografis (disebut basis dat kartografis), namun dapat pula menjaid masukan (input) dalam suatu sistem informasi geografis sebagai basis data geografis. Peta-peta itu untuk selanjutnya menjaid titik toak para geografiwan dalam menjalankan kajian geografinya.
Kartografi
Kartografi atau pemetaan mempelajari representasi permukaan bumi dengan simbol abstrak. Bisa dibilang, tanpa banyak kontroversi, kartografi merupakan penyebab meluasnya kajian geografi. Kebanyakan geografer mengakui bahwa ketertarikan mereka pada geografi dimulai ketika mereka terpesona oleh peta di masa kecil mereka. walaupun subdisiplin ilmu geografi lainnya masih bergantung pada peta untuk menampilkan hasil analisisnya, pembuatan peta itu sendiri masih terlalu abstrak untuk dianggap sebagai ilmu terpisah.Kartografi berkembang dari kumpulan teknik menggambar menjadi bagian sebuah ilmu. Seorang kartografer harus memahami psikologi kognitif dan ergonomi untuk membuat simbol apa yang cocok untuk mewakili informasi tentang bumi yang bisa dimengerti orang lain secara efektif, dan psikologi perilaku untuk memengaruhi pembaca memahami informasi yang dibuatnya. Mereka juga harus belajar geodesi dan matematika yang tidak sederhana untuk memahami bagaimana bentuk bumi berpengaruh pada penyimpangan atau distorsi dari proses proyeksi ke bidang datar.
Sistem Informasi Geografis
Sistem Informasi Geografis membahas masalah penyimpanan informasi tentang bumi dengan cara otomatis melalui komputer secara akurat secara informasi. Sebagai tambahan pada subdisiplin ilmu geografi lainnya, spesialis SIG harus mengerti ilmu komputer dan sistem database. SIG memacu revolusi kartografi sehingga sekarang hampir semua pembuatan peta dibuat dengan piranti lunak (software) SIG.Metode kuantitatif geografi
Metode kuantitatif geografi membahas metode numerik yang khas (atau paling tidak yang banyak ditemukan) dalam geografi. Sebagai tambahan pada analisis keruangan, anda mungkin akan menemukan analisis klaster, analisis diskriminan dan uji statistik non-parametris pada studi geografi
KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL ( KKM )
MATA PELAJARAN: GEOGRAFI
Satuan Pendidikan
|
:
|
SMA Negeri 6 Madiun
|
Mata Pelajaran
|
:
|
Geografi
|
Program
|
:
|
Ilmu Pengetahuan Sosial
|
Kelas Semester
|
:
|
XII/Genap
|
Tahun Ajaran
|
:
|
2015/2016
|
Kompetensi
Dasar
dan
Indikator
|
Standar
Kriteria Ketuntasan Minimal
|
||||||
Kriteria Penetapan Ketuntasan
|
Hasil KKM
|
Nilai KKM %
|
|||||
Kompleksitas
|
Daya Dukung
|
Intake
|
Pengetahuan
|
Sikap/Afektif
|
Jumlah
|
||
STANDAR
KOMPETENSI
3. Menganalisis wilayah dan
pewilayahan
|
|
||||||
3.1 Menganalisis pola
persebaran, spasial, hubungan serta interaksi spasial desa dan kota
|
|
||||||
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
3.2 Menganalisis wilayah / perwilayahan negara maju dan berkembang
|
|
||||||
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76
|
76 %
|
Jumlah
2 KD
|
|
|
|||||
KKM
( Geografi SK 3)
|
76 (76 %)
|
PEMETAAN SK, KD DAN
ASPEK
GEOGRAFI
Satuan Pendidikan
|
:
|
SMA Negeri 6 Madiun
|
Mata Pelajaran
|
:
|
Geografi
|
Program
|
:
|
Ilmu Pengetahuan Sosial
|
Kelas Semester
|
:
|
XII/Genap
|
Tahun Ajaran
|
:
|
2015/2016
|
Standar Kompetensi
|
Kompetensi
Dasar
|
Indikator
Pencapaian Kompetensi
|
Aspek
|
Ket
|
|
Penguasaan Konsep
dan Nilai-nilai
|
Penerapan
|
||||
3. Menganalisis wilayah dan pewilayahan
|
3.1 Menganalisis pola persebaran, spasial, hubungan
serta interaksi spasial desa-kota
|
Mengidentifikasi potensi desa kaitannya dengan
perkembangan desa kota
Mengidentifikasi cirri-ciri struktur ruang desa
Mengidentifikasi cirri-ciri struktur ruang kota
Menganalisis model-model teori struktur spasial kota
Mengidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhi
terjadinya interaksi spasial desa dan kota
Menghitung kekuatan interaksi antara dua wilayah
|
Ø Kerja keras.
Ø Jujur.
Ø saling menghargai orang lain
Ø inovatif
|
|
|
3.2 Menganalisisa kaitan antara konsep wilayah dan
pewilayahan dengan perencanaan pembangunan wilayah
|
Merumuskan pengertian konsep wilayah dan pewilayahan
kota
Mengidentifikasi kota-kota atau wilayah yang
termasuk ke dalam wilayah formal dan atau fungsional
Membedakan generalisasi wilayah (region
generalization) dan klasifikasi wilayah (region classification)
Menghitung delimitasi wilayah secara kuantitatif
Menentukan batas-batas wilayah pertumbuhan
Menjelaskan pengertian pusat pertumbuhan
Menjelaskan perbedaan spread effect dan backwash effect
Mengungkapkan tahapan fase-fase pertumbuhan suatu
wilayah
Menganalisa batas-batas wilayah pertumbuhan
Mengidentifikasi
karakteristik pertumbuhan sebuah kot
Menjelaskan perbedaan teori tempat yang sentral dan
teori kutub pertumbuhan
Menganalisis pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia
Menjelaskan pengaruh pusat pertumbuhan terhadap
perkembangan ekonomi dan pengaruh social budaya masyarakat
|
Ø Kerja keras.
Ø Jujur.
Ø saling menghargai orang lain
Ø inovatif
|
|
|
|
3.3 Menganalisis
wilayah/pewilayahan negara maju dan berkembang
|
Mengidentifikasi cirri/indicator negara maju dan
berkembang
Memberikan contoh indicator keberhasilan dengan tepat
negara maju menurut UNRISD (United
Nations Research Institute For Social Development) Tahun 1997
Mengidentifikasi tentang tahapan-tahapan perkembangan
negara menurut W.W Rostow
Memberikan contoh negara-negara berkembang
Mengemukakan beberapa model pengembangan wilayah negara
maju
Mengemukakan model pengembangan negara berkembang
Menyajikan pola pembangunan atau pengembangan
wilayah Indonesia
|
Kerja keras.
Jujur.
saling
menghargai orang lain
inovatif
|
|
|
|
Jumlah
|
|
|
|
SILABUS PEMBELAJARAN
Satuan Pendidikan
|
:
|
SMA Negeri 6 Madiun
|
Mata Pelajaran
|
:
|
Geografi
|
Program
|
:
|
Ilmu Pengetahuan Sosial
|
Kelas Semester
|
:
|
XII/Genap
|
Tahun Ajaran
|
:
|
2015/2016
|
Kompetensi Dasar
|
Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa
|
Kewirausahaan/
Ekonomi
Kreatif
|
Materi Pembelajaran
|
Kegiatan Pembelajaran
|
Indikator Pencapaian Kompetensi
|
Penilaian
|
Alokasi Waktu
(menit)
|
Sumber /
Bahan / Alat
|
||||||||||||
3.1 Menganalisis pola
persebaran, spasial, hubungan serta interaksi spasial desa-kota
|
Kerja keras
Jujur
saling menghargai
|
Kerja keras.
Jujur.
saling menghargai orang lain
inovatif,
|
·
Potensi desa
·
Struktur ruang
desa dan kota
·
Interaksi desa
dan kota
|
·
Secara kelompok,
diskusi tentang potensi desa kaitannya dengan perkembangan desa kota
·
Secara kelompok diskusi tentang cirri-ciri struktur
desa
·
Secara kelompok diskusi tentang cirri-ciri struktur
kota
·
Secara kelompok menganalisisa model-model teori
struktur spasial kota
·
Mengungkapkan kembali factor-faktor yang mempengaruhi
terjadinya interaksi spasial desa-kota dari berbagai referensi
·
Secara individu, menghitung kekuatan interaksi antara
dua wilayah dari data yang disajikan dalam LKS
|
·
Mengidentifikasi potensi desa kaitannya dengan
perkembangan desa kota
·
Mengidentifikasi cirri-ciri struktur ruang desa
·
Mengidentifikasi cirri-ciri struktur ruang kota
·
Menganalisis model-model teori struktur spasial kota
·
Mengidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhi
terjadinya interaksi spasial desa dan kota
·
Menghitung
kekuatan interaksi antara dua wilayah
|
Jenis
tagihan :
Tugas
individu
Ulangan
Bentuk
tagihan :
Laporan
Uraian
berstruktur
|
12
x 40
|
Sumber :
Bintarto : Geografi Kota (1977) Yogyakarta, Fakiltas
Geografi Universitas Gajah mada
Daldjoeni, N (1999) Geografi Kota dan Desa. Alumni
Bandung
--Geografi Baru Alumni Bandung
Buku Geografi lain yang
relevan
Sumber/alat :
Gambar (chart)
CD interaktif
|
||||||||||||
3.2 Menganalisisa kaitan
antara konsep wilayah dan pewilayahan dengan perencanaan pembangunan wilayah
|
Kerja keras
Jujur
saling menghargai
|
Kerja keras.
Jujur.
saling menghargai orang lain
inovatif,
|
·
Konsep wilayah
dan pewilayahan
-
Wilayah formal
dan fungsional (nodal)
- Contoh pewilayahan
secara formal dan fungsional
- Membuat pewilayahan
berdasarkan fenomena geografis di lingkungan setempat
-
Menentukan
batas-batas wilayah pertumbuhan
-
Mengidentifikasi
pusat-pusat pertumbuhan
|
·
Mengungkapkan
kembali perbedaan wilayah formal dan fungsional (nodal) dari berbagai
referensi
·
Mengidentifikasi kota / wilayah yang termasuk ke dalam
wilayah formal dan fungsional
·
Melalui diskusi,
membedakan generalisasi wilayah (region generalization) dan klasifikasi
wilayah (region classification)
·
Secara kelompok
menghitung delitimasi wilayah secara kuantitatif dari data yang telah
tersedia pada LKS
·
Secara individu
menentukan batas-batas wilayah pertumbuhan (Misalnya : Nanggro Aceh
Darussalam sebelum dan sesudah terjadinya gempa bumi/tsunami)
·
Secara kelompok menganalisa perbedaan spread effect dan
backwash effect
·
Melalui diskusi, mengidentifikasi fase-fase pertumbuhan
suatu wilayah
·
Menelaah tentang
batas-batas wilayah pertumbuhan dari berbagai referensi
·
Mengidentifikasi
karakteristik pertumbuhan sebuah kota
|
·
Merumuskan
pengertian konsep wilayah dan pewilayahan kota
·
Mengidentifikasi
kota-kota atau wilayah yang termasuk ke dalam wilayah formal dan atau
fungsional
·
Membedakan
generalisasi wilayah (region generalization) dan klasifikasi wilayah (region
classification)
·
Menghitung
delimitasi wilayah secara kuantitatif
·
Menentukan
batas-batas wilayah pertumbuhan
·
Menjelaskan
pengertian pusat pertumbuhan
·
Menjelaskan perbedaan spread effect dan backwash effect
·
Mengungkapkan tahapan fase-fase pertumbuhan suatu
wilayah
·
Menganalisa
batas-batas wilayah pertumbuhan
·
Mengidentifikasi
karakteristik pertumbuhan sebuah kot
|
Jenis
tagihan :
Tugas
individu
Ulangan
Bentuk
tagihan :
Laporan
Uraian
berstruktur
Jenis
tagihan :
Tugas
individu
Tugas
kelompok
Test
tertulis
Bentuk
tagihan :
Uraian
berstruktur
|
6
x 40
12
x 40
|
Sumber :
Tarigan Robinson, Perencanaan Pembangunan wilayah
(2005), Jakarta,
Bumi Aksara
Buku geografi lain yang
relevan
Sumber :
Soetanto (1990)
regionalisasi : Penerapan Batas wilayah. Fakultas geografi. UGM Yogyakarta
Buku geografi lain yang
relevan
Bahan/alat :
Peta Indonesia
Atlas
Model/gambar struktur
ruang kota
|
||||||||||||
|
Kerja keras
Jujur
saling menghargai
|
Kerja keras.
Jujur.
saling menghargai orang lain
inovatif,
|
-
Teori-teori
pusat pertumbuhan
-
Pusat-pusat
pertumbuhan di Indonesia
|
·
Mengidentifikasi
perbedaan teori tempat yang sentral dan teori kutub pertumbuhan
·
Secara kelompok
dengan alat peraga peta, mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan di
Indonesia
·
Secara kelompok
diskusi tentang pengaruh pusat pertumbuhan perkembangan ekonomi dan perubahan
social budaya masyarakat
|
·
Menjelaskan
perbedaan teori tempat yang sentral dan teori kutub pertumbuhan
·
Menganalisis pusat-pusat pertumbuhan di Indonesia
·
Menjelaskan pengaruh pusat pertumbuhan terhadap
perkembangan ekonomi dan pengaruh social budaya masyarakat
|
Jenis tagihan :
Tugas individu
Ulangan
Bentuk tagihan :
Laporan
Uraian berstruktur
|
10
x 40
|
|
||||||||||||
3.3 Menganalisis wilayah/pewilayahan negara maju dan
berkembang
|
Kerja keras
Jujur
saling menghargai
|
Kerja keras.
Jujur.
saling menghargai orang lain
inovatif,
|
·
Indikator Pencapaian Kompetensi negara maju dan
berkembang
·
Ukuran
keberhasilan pembangunan dari UNRISD (United Nations Research Institute For
Social Development) Tahun 1997
·
Tahapan-tahapan perkembangan negara menurut W.W Rostow
·
Contoh-contoh negara maju dan berkembang
|
·
Secara kelompok mengidentifikasi cirri atau indicator
negara maju dan berkembang
·
Mengidentifikasi ukuran keberhasilan pembangunan
menurut indicator UNRISD Tahun 1997
·
Secara kelompok atau diskusi tentang tahapan-tahapan
perkembangan negara menurut W.W Rostow
|
·
Mengidentifikasi cirri/indicator negara maju dan
berkembang
·
Memberikan contoh indicator keberhasilan dengan tepat
negara maju menurut UNRISD (United
Nations Research Institute For Social Development) Tahun 1997
·
Mengidentifikasi tentang tahapan-tahapan perkembangan
negara menurut W.W Rostow
|
Jenis tagihan :
Tugas individu
Tugas kelompok
Test tertulis
Bentuk tagihan :
Uraian berstruktur
Laporan
Jenis
tagihan :
Tugas
individu
Tugas
kelompok
Test
tertulis
|
4
x 40
6
x 40
|
Sumber :
Todaro, Michael (1978) Pembangunan Ekonomi di dunia
Ketiga. Jakarta
: Ghalia Indonesia
Bahan/alat :
Peta
Atlas
Sumber :
Todaro, Michael (1978)
Pembangunan Ekonomi di dunia Ketiga. Jakarta : Ghalia Indonesia
|
||||||||||||
|
Kerja keras
Jujur
saling menghargai
|
Kerja keras.
Jujur.
saling menghargai orang lain
inovatif,
|
·
Contoh-contoh negara maju dan berkembang
·
Model pengembangan wilayah negara maju dan berkembang
·
Pola pembangunan
atau pengembangan wilayah Indonesia
|
·
Melalui diskusi
di dalam kelompok, mengidentifikasi contoh-contoh negara berkembang
·
Secara kelompok menganalisis beberapa model
pengembangan wilayah negara maju dengan gambar pola bentuk kota di negara
maju.
·
Diskusi kelompok tentang pola pembangunan/pengembangan
wilayah Indonesia
·
Membuat laporan
tulisan tentang pola pembangunan atau pengembangan wilayah Indonesia
|
·
Memberikan
contoh negara-negara berkembang
·
Mengemukakan beberapa model pengembangan wilayah negara
maju
·
Mengemukakan
model pengembangan negara berkembang
·
Menyajikan pola
pembangunan atau pengembangan wilayah Indonesia
|
Bentuk tagihan :
Laporan
Uraian berstruktur
Jenis tagihan :
Tugas individu
Tugas kelompok
Ulangan
Bentuk tagihan :
Uraian
berstruktur
Laporan
|
4
x 40
|
Petter Haggett :
Geography : a Modern Synthesisi
Buku geografi yang relevan
Bahan/alat :
Peta
Atlas
Chart (gambar0gambar
model pengembangan wilayah)
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar